Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini

Banjir Menerpa Ditengah Nestapa

[Banjir Menerpa di Tengah Nestapa] Oleh: Ainun Istiharoh (Muslimah Musi Banyuasin)  #Opini #MuslimahSriwijaya-- Awal tahun 2024, Indonesia telah diprediksi mengalami cuaca ekstrem yang memungkinkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Cuaca tersebut bertepatan dengan musim hujan yang puncaknya terjadi pada Desember-Februari 2024 (cnnindonesia.com, 10/01/24).  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami banjir dan longsor sepanjang puncak musim hujan, sebagaimana yang terjadi di wilayah Sumatera bagian Selatan.  Sejak awal tahun hingga 19 Januari 2024, telah ada 8 daerah di Sumsel yang terendam banjir, meliputi Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Rawas, Musi Banyuasin, Muara Enim, Pali, Banyuasin, Ogan ilir, dan Prabumulih (detiksumbagsel, 19/01/2024). Tingkat keparahan bencana banjir tertinggi terjadi di Muratara dengan kerugian mencapai milyaran rupiah. Kerugian dari sisi fasilitas sekolah saja mencapai 10 m...

ulama menjadi stempel kekuasaan?

[ Ulama Menjadi Stempel Kekuasaan?] Oleh: Ainun Istiharoh #Opini #MuslimahSriwijaya - Perhelatan akbar lima tahunan makin dekat. Euforia pemilihan presiden dan wakilnya, serta anggota legislatif akan segera digelar. Semua pihak tampak riuh menyukseskan Pemilu 2024. Pihak pemenangan masing-masing calon menyediakan tim yang menurut mereka mampu menaikkan elektabilitas calonnya, terutama pada masa kampanye sejak tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Panitia penyelenggara pemilu pun, dalam hal ini Bawaslu mengantisipasi berbagai halangan yang mungkin terjadi dan mengancam proses Pemilu 2024. Salah satu upaya Bawaslu adalah menggaet Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengamankan Pemilu 2024. Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan bersama Kesra melalui Rakerda pada 1 Desember 2024. Tujuannya adalah agar MUI dapat menjaga kodusifitas proses pemilu dan selalu memotivasi untuk menyukseskan pemilu 2024. Dikutip dari sumsel.antaranews.com (0...

Perkebunan kelapa sawit di era kapitalis dan prospeknya di era khilafah (menjawab seputar masalah pengelolaan oleh negara)

Gambar
Sekilas tentang asal mula tanaman sawit Diantara produk perkebunan dan pertanian yang ada di Indonesia, tanaman kelapa sawit memang masih menjadi primadona hingga saat ini. Tanaman bernama latin elaeis ini berasal dari Afrika Barat yang berhasil ditanam pertama kali di kebun raya Bogor kemudian dibudidayakan secara komersial pertama kali di Pantai timur Sumatra (Deli) dan Aceh oleh Adrian hallet warga Belgia (1911). Seabad kemudian industri kelapa sawit berkembang pesat, buktinya 95% modal investasi subsektor perkebunan ditanam di usaha perkebunan kelapa sawit. Selain itu, produk kelapa sawit dan turunannya menjadi sumber devisa utama non-migas dengan nilai US$ 23,933 miliar pada tahun 2015 atau setara dengan 311,138 triliun (DITJENBUN 2016) Produksi minyak sawit Minyak sawit adalah salah satu minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia. Minyak yang murah, mudah diproduksi dan sangat stabil ini digunakan untuk berbagai variasi makanan, kosmetik, produk kebersi...